Showing posts with label Inspirasi Usaha. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi Usaha. Show all posts

9 Inspirasi Menciptakan Peluang Usaha



peluang usaha
Banyak orang yang ingin berwira-usaha, ada yang sudah siap modal dan perencanaan yang njlimet, ada yang baru sekedar gagasan aja. Namun, ada yang punya uang tapi bingung mau ngapain, dan mulai dari mana. Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha. Berikut 14 cara yang sering mereka pakai, dan berhasil atau tidaknya tergantung upaya dan do’a kita. Meski begitu, ini bisa di jadikan wacana alternatif sebelum memulai usaha, dan menjadikannya refrensi:

1.       Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di sekita rumah ada yang butuh jasa binatu, warnet, lauk matang, rental computer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka. Kuncinya, penuhi kebutuhan konsumen, lalu berikan produk dan layanan terbaik. Usaha berdasarkan kebutuhan adalah prinsip semua jenis usaha.

2.       Jual Keunikan
Jika kita lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal yang bisa di kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan produk baru, teknologi, system, dan program baru. Bahkan menulis buku dengan ide-ide baru pun bisa di perhitungkan, dan banyak yang sukses di jalan ini. Penemuan baru apalagi khas dan unik, sangat berpeluang menembus pasar.

3.       Duplikasi Usaha Lain
Bagi mereka yang kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar dimana-mana, bahkan mungkin didepan mata kita. Kita hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan mengambil resiko. Misalnya, disekitar rumah kita karena dekat dengan kampus ada tukang foto kopi yang laris, apa salahnya menyaingi usaha  tersebut, tinggal memberikan nilai lebih dari usaha kita.

4.       Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara sebelumnya, hanya saja diperlukan sedikit kreatifitas. Misalnya jika ingin membuka usaha warung sembako, berikan penawaran harga yang kompetitif dan tempat yang nyaman untuk pembeli bercengkrama dengan pembeli lain, sehingga pembeli betah berlama-lama belanja di took kita, dan sediakan juga snack dan minuman ringan, wih lengkap deh..

5.       Jual Keterampilan
Jeli mengenali bakat orang, itu pun bisa menjadi bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang jika di kembangkan dan diberikan tempat bisa dijual mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, mal, dan pasar adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 orang pemangkas rambut dari salon-salon kecil, sewakan tempat yang bagus, alat yang lengkap, brand khusus, dan training mengenai pelayanan yang baik. Maka usaha salon eksklusif sudah bisa dimiliki.

6.       Jadi Agen
Mirip dengan sebelumnya, misalnya membuka agen modeling, agen tenaga kerja, pembantu rumah tangga, pengisi acara hiburan, pernikahan, dll. Untuk usaha ini diperlukan pengalaman dan relasi yang luas. Tapi tak perlu khawatir, untuk hal ini juga bisa pekerjakan orang yang berpengalaman dibidang tersebut.

7.       Jual Barang Second
Masih sedikit orang yang peka dengan jenis usaha ini. Barang second dengan nilai historis tertentu bisa punya harga tinggi. Untuk memulai bisa dengan berburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak terpakai lagi, dan menjualnya ditempat lain dengan harga special. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai jendral yang memiliki selera berpakaian tinggi, kita bisa membeli koleksinya yang sudah tidak terpakai, sukur-sukur kalau gratis, he..he..

8.       Buka Kantor
Misalnya untuk akuntan, dokter, pengacara, notaries, desainer, trainer ataupun konsultan. Dengan mengajak kolega dan teman seprofesi bisa diajak patungan untuk membuka kantor sendiri. Juallah skill dan pengalaman. Jika reputasi bagus, jaringan luas, jangan takut kekurangan klien.

9.       Beli Waralaba
Yang modalnya lumayan besar, dan tidak mau memikirkan produk sendiri, bisa memilih membeli franchise (waralaba). Butuh kejelian membaca waralaba mana yang bagus, berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini banyak pilihan waralaba, dengan modal besar atau sedang-sedang saja.

Selamat berwirausaha!



Produksi Tahu Sendiri Lebih Hygienis


membuat tahu
Sebelumnya kita sudah membahas cara membuat tempe sendiri, kali ini kita akan membahas cara membuat tahu, yang bahan bakunya sama yaitu kedele. Bahan baku untuk membuat tahu kualitas tinggi adalah kedele putih yang berbiji besar-besar. Di perlukan juga asam cuka dengan kadar 90 % yang nantinya dipakai sebagai campuran sari kedele agar dapat menggumpal menjadi tahu.

Selain asam cuka dapat juga di pakai batu tahu (CaSo4) atau sulfat kapur yang telah di bakar dan ditumbuk lalu dibuat tepung. Patut diperhatikan dalam seluruh proses produksi tahu, air bersih amat penting, baik untuk mencuci, merendam maupun untuk membuat sari kedele.

Kalau ingin membuat tahu kuning, tinggal menambahkan kunyit yang telah diparut dan diperas. Jika ingin menambah rasa asin dapat ditambahkan garam, untuk menambah rasa wangi sari kedele dicampur dengan bubuk ketumbar, jintan, kapol, cengkeh, pala atau bahan-bahan dari ramu-ramuan lain. Atau bisa juga membeli bubuk wangi buatan, misalnya bubuk buatan Cina.

Tahap dalam proses produksi tahu adalah sebagai berikut:
    membuat tahu
  1.  Kedele dipilih dengan penampi untuk memilih biji kedele besar. Kemudian di cuci serta direndam dalam air yang banyak selama 6 jam.
  2. Setelah di rendam, lalu di cuci kembali sekitar 1/2 jam.
  3. Setelah di cuci bersih kedelai di bagi-bagi diletakkan dalam ebleg terbuat dari bambu atau plastik.
  4. Selanjutnya kedele digiling sampai halus, dan butir kedele mengalir dengan sendirinya kedalam tong penampung.
  5. Selesai digiling langsung direbus selama 15 - 20 menit dengan menggunakan wajan dengan ukuran yang besar. Sebaiknya jarak waktu antara selesai digiling dan dimasak jangan lebih dari 5 - 10 menit, supaya kualitas tahu menjadi baik.
  6. Selesai di masak bubur kedele diangkat dari wajan, dan dimasukkan ke bak/ tong untuk disaring menggunakan kain belacu atau mori kasar yang telah di letakkan pada sangkar bambu. Agar bubur dapat di saring sekuat-kuatnya diletakkan sebuah papan kayu pada kain itu lalu ada satu orang naik di atasnya dan menggoyang-goyang, supaya terperas semua air yang masih ada pada bubur kedele. Limbah dari penyaringan berupa ampas tahu. Kalau perlu ampas tahu diperas lagi dengan menyiram air panas sampai tidak mengandung sari lagi. Pekerjaan penyaringan di lakukan berkali-kali hingga bubur kedele habis.
  7.  Air sampingan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih adalah bahan yang akan menjadi tahu. Air saringan di campur dengan asam cuka untuk menggumpalkan. Sebagai tambahan asam cuka dapat juga diberikan air kelapa atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah di eramkan maupun bubuk batu tahu (sulfat kapur).
  8. Gumpalan atau jonjot putih yang mulai mengendap itulah yang nanti sesudah di cetak menjadi tahu. Air asam yang masih ada dipisahkan dari jonjot-jonjot tahu dan disimpan, sebab air asam cuka masih dapat digunakan lagi. Endapan tahu dituangkan dalam kotak ukuran misalnya 50 x 60 cm 2 dan sebagai alasnya dihamparkan kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Pengempaan dilakukan sekitar 1 menit, adonan tahu terbentuk kotak, yang sudah padat, di potong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm 2, sebelulm menjadi tahu siap di jual.

Menjadi Franchiser Alfamart


franchise alfamart
Tertarik pada franchise minimarket yang saat ini nampaknya menjamur dimana-mana? Sepertinya prosesnya tidak terlalu sulit. Demikian beberapa masukan dari anggota Milis Dunia Wirausaha yang beberapa waktu yang lalu mendiskusikan proses pendirian atau pembelian franchise salah satu minimarket tersebut yaitu Alfamart.

Ada anggota milis Dunia Wirausaha yang mengatakan bahwa kita bisa langsung datang ke Alfamart terdekat untuk mendapatkan informasi nomor telpon. Kabarnya, harga franchisenya sendiri dimulai dari Rp 150,000,000,- dimana angka ini tergantung pula dari lokasi, besar tempat, kemudian pilihan lain seperti jumlah stok dll. Pengalaman teman salah seorang anggota milis yang buka di Depok; biaya bangunan plus peralatan sekitar Rp 100,000,000, stok Rp 80,000,000.

Untuk status operator mandiri mendapatkan sekitar Rp 5,500,000 per bulan fixed, belum termasuk biaya karyawan satu sampai dua orang Rp 1,000,000 - 1,500,000. Laba bersih diperkirakan sekitar Rp 4,000,000 per bulan. Berdasarkan informasi, inilah yang alamat dan nomor telpon yang bisa dihubungi:

PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart)
Jl. MH Thamrin no 9 Cikokol Tangerang 15117
tel: 021-5575-5966 ext 141, 123, 138
tel: 021-5575-5960, 554-9729 (direct)
fax: 021-5549-685, 554-9773

Memulai Usaha Bengkel Kendaraan


usaha bengkel
Usaha di bidang otomotif memang lekat dengan anak muda. Jadi, jangan heran jika perkembangannya pun sangat pesat. Bahkan, urusan kendaraan pun kini sudah tidak melulu menjadi urusan kaum lekaki. Belakangan, wanita pun mulai ada yang menekuni dunia otomotif. Sudah tentu ini akan makin membuat dunia otomotif makin marak. Dan, hebatnya lagi, dunia otomotif pun makin berkembang mengikuti zaman. Jadi, peluang akan tetap terbentang.

Nah, satu bidang yang berhubungan paling erat dengan dunia otomotif, apalagi kalau bukan bengkel kendaraan? Urusan memereteli dan mendandani, serta memvermax kendaraan agar lajunya makin ciamik dan kondisi tetap terawat, memang sering harus ditangani sang ahli. Karena itu, bengkel selalu menjadi “klinik kesehatan” kendaraan yang paling dipercaya pemilik kendaraan. Jika kita menengok perkembangan jumlah kendaraan yang saban hari berseliweran di jalan, usaha membuka bengkel barangkali tidak bakal ada matinya. Untuk itu, bagi kamu yang punya keterampilan tertentu dalam urusan utak-atik kendaraan, membuka bengkel barangkali dapat menjadi salah satu bentuk usaha yang cukup menguntungkan.

Untuk memulai usaha ini, apa yang paling dibutuhkan? Yang jelas, pertama adalah keahlian mengenali masalah yang biasa dialami kendaraan. Kemudian, sudah pasti kemampuan dasar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karenanya, selain harus tahu seluk-beluk kendaraan, kamu juga harus tahu perkembangan teknologi terbaru di dunia otomotif sehingga nantinya kamu benar-benar menjadi “dokter” kendaraan yang bisa dipercaya. Untuk itu, selain bisa memulai dengan ikut kursus otomotif, kamu juga bisa mencari karyawan yang siap pakai. Sudah tentu, jika ini pilihan kamu, biaya pun bisa lebih besar. Tapi, hal ini pun bisa diminimalisir jika kamu menggunakan sistem bagi hasil dengan karyawan kamu.

Bagaimana prospeknya? Lihat jumlah kendaraan di daerah kamu. Makin hari dijamin pasti makin bertambah jumlahnya. Sebab, untuk memiliki kendaraan roda dua, sekarang ini dengan uang Rp 500 ribu pun jadi. Nah, biasanya ongkos ringan perbaikan kendaraan sekitar Rp 15 ribuan ke atas. Sedang kalau yang kelas berat atau bahkan misalnya harus turun mesin, plus sekalian penggantian suku cadang kalau rusak, biayanya bisa mencapai ratusan ribu. Kalau kamu bisa mendapat lokasi yang cukup strategis, misalnya di pinggir jalan besar, kamu akan lebih mudah memasarkan jasa ini. Jika sehari minimal 10 motor saja dengan perbaikan ringan, kamu sudah bisa mengantongi keuntungan ratusan ribu. Ditambah lagi kalau “pasien” kamu harus ganti suku cadang, keuntungan kamu bisa jadi makin berlipat. Bagaimana? Sudah siap jadi pengusaha di bisnis perbengkelan?

Kalau sudah, mari kembali kita telusuri satu per satu apa saja yang kamu butuhkan untuk menjalankan usaha ini.

LOKASI

Sebagaimana bisnis yang lain, lokasi kembali jadi kunci utama keberhasilan usaha ini. Meski tidak mutlak, namun jika kamu bisa memperoleh lokasi yang tepat, minimal kamu pasti akan lebih mudah dijangkau calon pengguna jasa kamu. Misalnya di pinggir jalan raya di mana lalu lintas kendaraan memang sangat tinggi. Di sini kamu harus pandai juga menarik perhatian orang dengan menunjukkan secara pasti keberadaan usaha kamu dengan membuat papan nama yang cukup besar. Cara lain, kalau bisa kamu menyewa lokasi di pelataran parkir kendaraan. 

Misalnya di parkiran mal atau di kampus. Coba ajak kerja sama pemilik lahan parkir agar mau memberikan sebagian jatah tempat untuk space kamu membuka bengkel. Nah, jika kamu bisa mendapat lokasi seperti ini kamu bisa membuka jasa ringan seperti tambal ban, ganti oli, dan servis ringan. Jadi, sembari orang melakukan aktivitasnya, setelah selesai mereka akan mendapati kendaraan yang lebih paten tanpa harus datang ke bengkel yang jauh dan lokasi kegiatan mereka.

Biaya sewa ini bisa sangat bervariasi. Mungkin hanya Rp 200 – 500 ribuan per bulan, tapi bisa juga lebih dari itu. Bisa juga kamu nego agar diberikan sistem pembayaran berdasar jumlah kendaraan yang masuk ke bengkel kamu, misalnya per kendaraan kamu beri kepada pemilik lahan Rp 10 ribu per kendaraan.

Oh ya, jika kamu menyewa di pinggir jalan protokol, sudah tentu kamu harus mengeluarkan biaya yang lebih besar. Biayanya berkisar Rp 1 jutaan per bulan belum termasuk renovasi tempat. Dan, jangan kaget jika nantinya usaha ini makin besar, orang yang menyewakan pun akan menaikkan biaya sewanya. Untuk itu, usahakan jika punya tabungan lebih dari usaha ini coba mulai investasikan juga untuk membeli tanah atau bangunan yang bisa kamu jadikan tempat praktek kamu.

MODAL KERJA

Modal kerja yang utama usaha ini adalah untuk menyediakan berbagai peralatan perbengkelan. Selain itu, sediakan juga aneka spare part dasar seperti busi, kabel rem, lampu motor, rantai, gear, oli, dan aneka tetek bengek lainnya yang biasa diperlukan kendaraan bermotor. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan diri untuk mengikuti kursus otomotif tingkat lanjut jika ingin menjadikan bengkel kamu benar-benar makin dipercaya orang.

Kalau perlu, seperti dokter, kamu juga bisa menjadi spesialis tertentu. Misalnya menjadikan bengkel kamu sebagai bengkel khusus perbaikan shock breaker, atau misalnya bengkel spesialis lomba alias menjadikan bengkel kamu sebagai bengkel kendaraan yang ingin disetel untuk lomba pacu kendaraan. Jika kamu makin ahli dan makin spesial, selain bisa untuk memperjelas posisi kemampuan kamu, hal ini bisa juga jadi sarana promosi usaha kamu. Biayanya untuk bengkel yang makin lengkap sudah tentu lebih mahal daripada sekadar bengkel untuk servis ringan. (Agoeng Widyatmoko/ rajaebookgratis) 

Siti Aisah Farida - Usaha Mainan Edukasi


mainan edukasi
Siti Aisah Farida rela melepaskan status sebagai Dosen Ekonomi di UT demi mengembangkan usaha pembuatan alat peraga Tk. Siti sukses memproduksi mainan edukatif dengan omzet per tahunnya mencapai Rp 900 juta. Musim liburan sekolah baru aja usai dan tahun ajaran baru pun sudah dimulai. Khusus untuk lembaga pendidikan prasekolah dan Taman Kanak-kanak (TK), tahun ajaran baru bisa berarti harus menyediakan dan menambah lagi alat permainan edukatif untuk murid-murid baru.

Karena boleh jadi mainan atau alat peraga yang dimiliki sudah tak layak lagi. Maka, sudah jauh-jauh dari pengelola lembaga pendidikan tersebut memesan alat peraga baru ke produsennya. Salah satu produsen alat peraga TK yang kebanjiran pemesanan menjelang tahun ajaran baru adalah Hanimo. Di workshop sekaligus kantornya di bilangan sawangan, Depok, beberapa alat peraga dan permainan edukatif lainnya nampak yang sudah dipilah-pilah berdasarkan nama pemesan. Bahkan, diantaranya sudah terbungkus rapi dan siap dikirim ke pemesan di luar jawa.

“Waduh mas, kalau tahun ajaran baru ini saya dan karyawan sampai klenger (pingsan) menerima dan mengerjakan pemesanan. Bahkan, ada pesanan yang sampai waktunya belum selesai karena kendala sumber daya manusia. Kadang ada karyawan yang sakit atau tidak masuk kerja dan itu bisa menghambat proses produksi. Terkadang tidak bisa didelegasikan ke karyawan lain, karena masing-masing punya tugas dan keahlian sendiri-sendiri. Ada yang bisa cuma mengecat, ada yang khusus kayu dan mengelas besi, ada juga yang ahli menggambar”, papar Siti Aisah Farida, pemilik Hanimo.

mainan edukasi
Sudah sejak tahun 1998, Siti bersama suaminya Yudiono bahu membahu mengelola Hanimo. Sejak itu pula ratusan item produk dibuat untuk melayani lembaga pendidikan prasekolah dan TK yang ada di Jakarta dan luar Jakarta, termasuk dari luar Jawa. “Pendidikan tak terhenti, termasuk pendidikan anak-anak. Apabila sekarang kan tak terbatas hanya playgroup dan TK. Tapi juga ada pendidikan pra TK lain seperti PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan BKB (Bina Keluarga Balita). Jadi pasarnya masih terbuka karena mainanan edukasi masih tetap dibutuhkan,” sambung Siti yang mantan Dosen ini.

Siti sebelumnya memang tercatat sebagai dosen ekonomi di kampus Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Tangerang sejak tahun 1987. Setelah melalui pertimbangan, tahun 1977 Siti mengundurkan diri sebagai dosen supaya tidak fokus mengembangkan Hanimo yang ketika itu sudah banyak menerima pesanan. Berbisnis alat peraga TK memang bukan hal baru buat ibu dua anak ini. Siti adalah salah satu anak almarhumah Hj. Nurohmah Sunarto, pemilik CV Mataram Indah yang sejak tahun 1972 dikenal sebagai produsen alat peraga TK di Yogyakarta.

“Waktu saya diterima sebagai dosen di UT, saya juga bawa produksi Mataram Indah ke Jakarta. Tahun 1988, saya buka alat khusus peraga TK di kawasan Cirendeu, Jakarta Selatan.Saya juga jemput bola, mendatangi sekolah-sekolah TK yang ada di Jakarta dan sekitarnya sambil menawarkan produk. Dari situ, produk buatan ibu saya mulai di kenal di Jakarta,” kisah Siti. ” Sekarang, Mataram Indah dikelola adik saya. Bahkan Mataram Indah sekarang juga sudah buka Rumah Makan Ikan Segar Mataram Indah di Yogyakarta.”

Setelah menikah dengan Yudiono, koleganya di UT tahun 1989, Siti berniat membuka sendiri sebagian alat peraga TK. Dibantu beberapa tukang, Siti mencoba memproduksi alat permainan edukatif dengan segmen sedikit di bawah Mataram Indah yang mengincar pasar TK-TK menengah atas. Awalnya sebatas memproduksi mebeler (bangku dan meja TK). Sayangnya, setahun kemudian tempat usahanya di Cirendeu dipindah karena lahannya dipakai si pemilik tanah. Bersama keluarga, Siti akhirnya memilih sebidang tanah di kawasan Sawangan, Depok sebagai rumah baru dan sekaligus tempat usahanya. Belakangan, usahanya dinamakan Hanimo,yang merupakan gabungan nama panggilan dua anak lelakinya, Han-han dan Imo.

Meski sudah memproduksi sendiri, tapi untuk beberapa item produk yang tidak dibuatnya, Hanimo masih mendatangkan dari Jogja. Begitu juga untuk membuat alat permainan lainnya yang berbahan baku besi, seperti ayunan, seluncuran ataupun titian besi, Siti men-sub-kannya ke tukang las yang ada didekat rumahnya.

“Awalnya mereka tidak dibelakang workshop dan showroom Hanimo.Tapi, untuk lebih praktis dan memudahkan produksi, kami sewa lahan dibelakang rumah sebagai bengkel,” terang perempuan kelahiran Yogyakarta, 15 Februari 1959 ini. Saat ini kantor dan showroom Hanimo menempati lahan seluas lebih dari 200 m2. Di belakang bangunan berbentuk semi permanen tersebut, berdirilah rumah tinggal Siti dan keluarga.Tersebar tapi saling berdekatan dengan bengkel Hanimo. Ada bengkel khusus las dan besi, Ada jugabengkel yang khusus untuk melukis dan mengecat. Rencananya, Siti akan membangun workshop sekaligus showroom dalam satu atap di lahan seluas 700 m2 yang sudah dibelinya, tak jauh dari tempat tinggalnya sekarang.

MENDAPATKAN KUCURAN KREDIT

Saat ini Hanimo menyediakan alat peraga TK mulai dari mainan dalam kelas, perlengkapan PAUD dan playgroup, alat permainan edukatif (APE),sampai perlengkapan administrasi dan buku-buku TK termasuk seragamnya. Hanimo juga melayani jasa melukis tembok(mural) di dinding sekolah serta pesanan alat peraga untuk menyandang autis. Harga jualnya dipatok mulai dari Rp.800 / buah (perlengkapan) memasang tarif Rp. 50 ribu per meter persegi.

Produk Hanimo tidak hanya dipasarkan dengan cara jemput bola, tapi juga lewat promosi mulut ke mulut dan ajang pameran.Tahun 2007 ini, dua ajang besar pameran besar diikuti Hanimo, yakni Inacraft dan Pekan Budaya Indonesia di JCC, Jakarta.

Dengan karyawan tetap berjumlah 40 orang dan 10 karyawan paruh waktu,dalam setahun Hanimo bisa memproduksi 100 set mainan atau alat peraga. Berapa omsetnya? ” Kalau menghitung omset susah, karena tiap bulan bisa berbeda-beda, tergantung musimnya. Musim tahun ajaran baru biasa bisa besar. Tapi, rata-rata kami bisa meraih omset sekitar Rp.900 juta per tahun,”ujar Siti yang mengaku membiayai sekolah untuk tiap satu anak karyawannya ini.

Untuk bahan baku, perempuan yang aktif di Asosiasi UKM Depok, juga sempat membuahkan penghargaan pada bulan Juli 2007 lalu dari Walikota Depok karena berjasa memajukan UKM di wilayah tersebut. Lewat organisasi itu juga dibantu rekomendasi dari Pemda,Komenkop dan UKM serta Kanwil Departemen Perdagangan Depok, Hanimo kini menjadi mitra binaan dari PT.Telkom dan Bank Mandiri. Bahkan, belum lama ini kedua perusahaan yang dikenal punya banyak mitra binaan UKM tersebut, mengucurkan kredit Hanimo senilai Rp.40 juta (Telkom) dan Rp.80 juta (Mandiri).

“Semula saya hanya memutarkan modal sendiri. Tapi alhamdullilah, ada pihak ketiga yang peduli dengan kami. Modal kredit itu akan kami pakai untuk mengembangkan produk lokal yang bisa bersaing dengan produk buatan luar,” tandas alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini. (sumber: bisnisukm.com)

Memproduksi Tempe Sendiri, Pasti Lebih Sehat...

membuat tempe
Sebelum memulai bisnis tempe, ada baiknya apabila kita mengetahui bahan bakunya yaitu kedele beserta karakteristiknya. Kedele terdiri dari 4 jenis; kedele hitam, kedele kuning, kedele cokelat, dan kedele hijau. Pengusaha tempe biasanya menggunakan kedele kuning sebagai bahan bakunya, tapi ada juga kedele jenis lain yaitu kedele hitam. Biasanya biji kedele yang besar dengan jumlah 100  biji, bobotnya bisa 13 gram, jedele berbiji sedang 100 bijinya berbobot 11 – 13 gram, sedangkan biji kecil hanya 7 – 11 gram. Untuk membuat tempe biji kedele harus dikupas dahulu.

Untuk memproduksi tempe dan tahu kualitas pertama, mutu kedele harus seperti berikut :
  • Bebas dari sisa tanaman (kulit palang, potongan batang atau ranting, batu, kerikil, tanah atau biji-bijian)
  • Biji kedele tidak luka atau bebas dari serangan hama dan penyakit
  • Biji kedele tidak memar
  • Kulit biji kedele tidak keriput.
Bahan Pembantu Pembuatan Tempe
membuat tempe
Laru Tempe
Dalam pembuatan tempe di kenal beberapa macam ragi atau laru tempe yang digunakan dalam proses fermentasi untuk menghasilkan tempe dengan kualitas tinggi. Secara tradisional para pengrajin membuat laru tempe dengan menggunakan tempe yang sudah jadi. Tempe tersebut di iris-iris tipis, dikeringkan, digiling menjadi bubuk halus dan hasilnya di gunakan sebagai bahan inokulum dalam proses fermentasi.

Laru lain yang sering dipakai adalah miselium kapang yang tumbuh di permukaan tempe. Salah satu macam laru dari Jawa Tengah disebut usar, di buat dengan cara membiarkan spora kapang dari udara tumbuh pada kedele matang, yang ditaruh antara dua lapis daun waru dan daun jati atau daun pisang bekas pembungkus tempe. Setelah itu laru diremas-remas, lalu dicampurkan ke dalam biji kedele yang akan di lakukan
peragian. Untuk satu kilo kedele diperkirakan membutuhkan 2 atau 3 lembar daun yang mengandung laru.

Dalam praktek terjadi kesulitan memperoleh laru daun karena laru daun tidak dapat disimpan lama dan jumlah pemakaian sulit di pastikan. Oleh karena itu banyak pengrajin tempe membeli laru buatan berbentuk tepung di pasar.

Bahan-bahan lain yang digunakan untuk membuat laru adalah beras, terigu dan air bersih. Air bersih di pakai juga dalam proses produksi tempe untuk mencuci serta merebus biji kedele sebelum proses fermentasi. Bahan pembungkus tempe adalah daun pisang maupun plastik berlubang-lubang.

Untuk tenaga kerja yang dibutuhkan dalam produksi tempe, menurut perhitungan seorang pengrajin mampu memproduksi 75 kg kedele menjadi tempe satu harinya. Tinggal disesuaikan dengan kapasitas produksi yang direncanakan.

Proses Produksi Tempe
Tahapan proses produksi tempe adalah sebagai berikut:
  1. Biji kedele yang telah di pilih/ di bersihkan dari kotoran, dicuci dengan air PAM atau air sumur yang bersih selama 1 jam.
  2. Setelah bersih kedele di rebus dalam air selama 2 jam.
  3. Kemudian direndam 12 jam dalam air panas/ hangat bekas air perebusan dengan maksud supaya kedele mengembang.
  4. Berikutnya di rendam dalam air dingin selama 12 jam.
  5.  Setelah 24 jam seperti poin 3 dan poin 4 diatas, kedele di cuci/ dikuliti (dikupas).
  6. Setelah di kupas, lalu direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman.
  7. Kedele di ambil dari dandang, lalu letakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Biarkan dingin sampai permukaan keeping kedele kering dan airnya menetes habis.
  8. Kemudian di campur dengan laru (ragi 2 %) guna mempercepat/ meransang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedele dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah kunci keberhasilan atau tidaknya membuat tempe kedele.
  9. Bila campuran bahan fermentasi kedele sudah rata, kemudian dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya di pakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik di lobangi/ ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah untuk member udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam.
  10. Campuran kedele yang telah dicetak dan diratakan permukaannya di hamparkan di atas rak dan kemudian ditutup selama 24 jam.
  11. Setelah 24 jam tutup di buka dan didinginkan/ diangin-anginkan kembali selama 24 jam. Setelah proses ini campuran kedele telah menjadi tempe dan siap dijual.
  12. Untuk tahan lama, misalnya tujuannya mau di ekspor dapat di bekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin. Proses membekukan tempe untuk ekspor sbb: 
  •    Mula-mula tempe di iris-iris setebal 2 - 3 cm dan di blanching direndam dalam air mendidih selama lima menit untuk mengaktifkan kapang dan enzim.
  •     Kemudian tempe di bungkus dengan plastik selofan dan di bekukan pada suhu 40 derajat Celcius sekitar 6 jam.
  •       Setelah beku disimpan pada suhu beku sekitar 20 derajat celcius selama 100 hari tanpa mengalami perubahan sifat penampak warna, bau dan rasa.

Budidaya Jamur Merang Dengan Limbah Kardus

budidaya jamur merang
Budidaya jamur merang telah dimulai oleh bangsa cina sekitar abad 17 dengan menggunakan jerami padi. Di Indonesia sendiri budidaya jamur merang dimulai pada tahun 1955, iklim Indonesia yang tropis serta kondisi alam dan lingkungannya yang sangat cocok untuk budidaya jamur merang. Maka prospek budidaya jamur khususnya jamur merang sangat menjanjikan.

Disamping itu ketersediaan bahan baku media yang mudah di dapat yaitu kardus dan bibit unggul yang saat ini bisa di pesan secara online (tanya mbah google), maka semakin mempermudah untuk melakukan budidaya jamur merang dengan media kardus, karena terkadang di daerah pinggiran kota sulit mendapatkan jerami. Untuk itulah limbah kardus yang selama ini sering membuat sempit ruangan rumah, bisa di gunakan untuk media tanam jamur merang.

Dengan hanya memanfaatkan lahan kosong di rumah, biasanya luas tempat pembudi-dayaan juga tidak terlalu luas. Kita bisa memafaatkan halaman rumah atau bahkan garasi mobil. Dengan luas lahan 2 meter persegi, panjang 2 meter dan lebar 0,5 meter yang terdiri dari 2 tingkat, dan masing-masing rak mepunyai luas 1 meter persegi.

Jamur merang merupakan tanaman yang bisa cepat diambil hasilnya, dalam waktu lebih kurang 11 hari jamur merang sudah bisa dipanen, sedangkan jumlah produksi panen ditentukan dari kulitas bibit, pengolahan media tanam dan sterilisasi tempat penanaman.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk budidaya jamur merang dengan luas tanam 2 meter persegi, tanpa kumbung jamur:
  • Bibit jamur merang    5botol    @ Rp. 12.000,-
  • Kardus bekas            17Kg    @ Rp. 2.000,-
  • Dedak halus               5Kg    @ Rp. 1.500,-
  • Tepung bras ketan    1/2Kg    @ Rp. 4,700,-
  • Kapur Tembok           5Kg    @ Rp. 1.000,-
  • Arang sekam               5Kg    @ Rp. 1.000,-
  • Bonggol Pisang Batu   4Kg    @ Rp.  5.00,-
  • Kangkung               10 ikat    @ Rp.   750,-
  • Pupuk NPK             1/2Kg    @ Rp. 1.000,-
  • Pupuk Sp36             1/2Kg    @ Rp. 1.000,-
  • Pupuk Cair Organik
  • Air Cucian Beras
Alat-alat yang digunakan
1.     Plastik transparan secukupnya
2.     Kertas Koran secukupnya
3.     Bambu 1 batang
4.     Jet spray 1 buah
5.     Pisau carter 1 buah
6.     Alkohol 70%

Langkah-langkahnya:
  • Rendam kardus didalam air (bak perendaman) yang terbuat dari papan ukuran 1,5m x 2m yang dilapisi dengan plastik, rendam kardus sambil di sobek-sobek hingga ukuran antara 5-10 cm
  • Setelah kardus selesai di sobek-sobek rendam kebali sambil dicampurkan kapur tembok 4Kg, NPK&Sp36 dan dedak halus 1/2Kg aduk hingga rata, biarkan rendaman sampai 4 hari.
  • Aduk rendaman setiap hari selama 5 menit agar merata.
  • Pada hari ke-4 tiriskan kardus hingga kadar airnya lebih kurang 50%.
  • Rajang bonggol pisang dan kangkung
  • Hancurkan bibit jamur merang, lalu campur dengan tepung beras ketan aduk hingga rata, simpan ditempat yang sejuk yang tidak terkena matahari langsung.
  • Siapkan suplemen yang terdiri dari 1L air cucian beras, 1SDM air gula, 5butir vitamin B12 yang telah digiling halus dan 1 Sendok teh pupuk cair organik, campur hingga rata.
  • Taburkan kardus yang sudah ditiriskan ke atas rak dengan ketinggian lebih kurang 20cm dengan dibuat gundukan gundukan
  • Campurkan sisa dedak halus dengan kangkung dan bonggol pisang yang sudah dirajang halus, beri air secukupnya, lalu taburkan campuran tadi dia atas gundukan kardus.
  • Semprot media dengan cairan suplemen yang sudah disiapkan
  • Tanam bibit jamur di media, sebagian bibit jamur merang diselipkan ke dalam media tanam dan sebagian lagi ditaburkan di atas media tanam.
  • Taburkan arang sekam yang sebelumnya sudah dicampur air+pupuk organik hingga merata dan seluruh media tanam ketutup dengan arang sekam.
  • Tutup media dengan Koran.
  • Terakhir tutup media dengan plastik transparan,usahakan plastik tidak menempel langsung di media (beri jarak 20cm dari permukaan media) hal ini berfungsi untuk memberi ruang bagi pertumbuhan jamur.
 Pemeliharaan setelah Tanam:
  • Selama masa inkubasi (pertumbuhan) ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
  • Usahakan suhu ruangan berkisar antara 28-30 derjat celcius.
  • Tutup rapat ruangan, usahakan jangan terlalu banyak masuk cahaya.
  • Pada hari ke 5 pada jam 00.00-05.00 dibuka agar ada sirkulasi udara.
  • Tutup kembali media tanam dengan plastik.
  • Tiap 2 hari sekali buka penutup media selam 10 menit agar terjadi peputaran udara.
  • Pada hari ke-11 panen sudah bisa dilakukan.
  • Panen jamur merang bisa dilakukan setiap hari atau 2 hari sekali sampai jamur merang berumur 25 hari.
yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pemanenan adalah sterilkan terlebih dahulu alat-alat yang digunakan untuk pemanenan (seperti pisau cater, dan tangan) dengan alkohol 70%.

Harga Jamur Merang di Pasaran
Selama ini permintaan akan jamur khususnya jamur kardus/jamur merang sangat tinggi, tapi hal ini tidak diimbangi dengan produksi yang dahasilkan petani yang sangat terbatas, oleh sebab itu harga jamur kardus/jamur merang sangat menggiurkan di tingkat konsumen sudah mencapai Rp. 20.000,-/Kg.

karena permintaan yang tinggi otomatis pemasarannya pun tidak sulit, tingkat konsumsi masyarakat terhadap Jamur Merang sangat baik sekali, hal ini sangat saya rasakan sendiri, sebab banyak pesanan yang datang kepada saya akan jamur merang, tetapi tidak dapat saya penuhi akibat produksi jamur kardus/jamur merang yang saya budidayakan sangat terbatas.

Pemasaran yang saya lakukan selama ini hanya dari mulut ke mulut dan baru sebatas lingkungan rumah serta teman-teman dekat saya... tapi respon yang ditunjukan sungguh di luar dugaan saya, rasa jamur kardus/Jamur Merang yang kenyal dan tidak berbau apek yang membuat ketagihan para pengemar jamur.